Pasir Mendit, Kulon Progo bulan Juni waktu itu. Dengan maksud untuk
melakukan penelitian menyoal tentang naga terbang alias capung, tim yang
beranggotakan 3 mahasiswi UNY ini menjumpai salah satu jenis yang belum pernah
dijumpai di wilayah Jogja sebelumnya. Perjumpaan itu sungguh tidak disangka dan
tidak terduga, pasalnya lokasi yang menjadi jenis tersebut terbang adalah tanah
lapang yang ditumbuhi ilalang dan butu bujang. Jenis yang menjadi new record di kawasan Jogja itu adalah Lestes concinus.
Lestes concinus merupakan
jenis dari family Lestidae yaitu jenis family yang saat posisi tengger,
sayapnya terbuka atau istilahnya spread
wings. Warna tubuhnya cokelat hampir menyerupai batang rumput kering,
terbang dengan kecepatan rendah dan memiliki mata yang terpisah. Setelah perjumpaan
itu, Mas Hening langsung melaporkan hal tersebut kepada Mas Jack yang sedang
dalam proses pembuatan buku Dragonflies Of Yogyakarta. Siapa sangka tanah
lapang yang berada di tepi pantai dan dekat dengan pemukiman warga menjadi
lokasi perjumpaan salah satu spesies yang langka ini.
Selain Lestes concinus di wilayah
pasir mendit juga terdapat sekitar 10 jenis capung lainnya. Ah, Pasir Mendit
memang pilihan yang sangat tepat untuk dijadikan ruang belajar. Ekosistem
mangrove disana yang menjadikannya unik.
Komentar
Posting Komentar